oleh

Hindari Pernikahan Usia Dini

-BAUBAU-302 Dilihat

Siswa SMAN 3 Baubau Ikut Bimbingan Perkawinan Usia Sekolah

Spionnews.com, Baubau – Dalam rangka memberikan pemahaman kepada kalangan generasi muda dan usia sekolah, Kantor Kementrian Agama Kota Baubau bersama Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan atau BP4 Kota Baubau menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan Usia Sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa sekolah. Salah satunya SMAN 3 Baubau pada Rabu (30/3).

Kepala Seksi Binmas Kantor kementrian Agama Kota Baubau H Sanuddin usai membuka kegiatan mengatakan, program ini merupakan kolaborasi Kemenag dengan Pemerintah Kota Baubau serta BP4 yang bertujuan agar dapat memberikan pemahaman kepada anak remaja usia sekolah untuk lebih mempersiapkan diri dalam menentukan usia pernikahan. “Tujuannya agar mereka bisa focus dulu pada kegiatan belajar sehingga memiliki kematangan baik fisik dan mental sebelum melangkah ke jenjang perikahan,” katanya.

Kegiatan ini disambut positif Pihak Sekolah dan dinilai sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam pembinaan mental dan karekter. Bimbingan ini dimaksudkan agar para siswa memiliki pemahaman yang baik sebelum memasuki usia pernikahan. Dalam hal ini agar terlebih dahulu melakukan persiapan yang matang dan terhindar dari pernikahan di usia dini.

“Kami berterima kasih kepada Kantor Kemenag Kota Baubau dan BP4 yang telah memilih SMA 3 sebagai salah satu lokasi kegiatan Bimbingan. Semoga anak anak bisa mengambil hikmah dari kegiatan ini. Tentunya demi masa depan mereka juga,” kata SItti Yuliana, S.Pd, M.Pd Kepala SMAN 3 Baubau.

Sementar itu Ketua BP4 (Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan) Kota Baubau Muhammad Ahdyat Zamani mengatakan, program ini sengaja dilaksanakan bukan untuk mengajak anak anak dan remaja untuk segera menikah, tapi bagaimana mereka memiliki persiapan dari semua sisi sebleum memasuki usia pernikahan. “Baik secara fisik, mental dan spiritual mereka harus siap dan pasti harus lebih matang, Jadi, bukan untuk mengajak mereka untuk segera menikah,” katanya.

Hal lain yang menjadi pertimbangan kata Ahdyat adalah, selama ini kalangan generasi muda diperhadapkan dengan berbagai pengaruh kemajuan teknologi. Kondisi ini sangat berdampak pada kesiapan mental dan karakter remaja dan cenderung tidak berpikir panjang untuk melanjutkan masa depan. “Kita berharap mereka setelah nanti tiba saatnya, memiliki kesiapan secara fisik dan mental sudah dapat menjalani kehidupan yang lebih baik. Karena telah memiliki pengetahuan sebelum memasuki saat pernikahan,” tambahnya.

Kegiatan Bimbingan Perkawinan Usia Sekolah ini dilaksanakan di 8 Sekolah se-Kota Baubau dan melibatkan pemateri yang memiliki pengalaman dalam hal pembinaan keluarga.

***
Liputan : BA
Editor: Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed