oleh

Hanisa, Kartini Era Digital 0.4 Kota Baubau

-BAUBAU-54 Dilihat

Sosok Wanita memang sangat sulit untuk dimengerti, namun ada kalanya wanita selalu memberikan kekuatan yang tidak biasa. Hari Kartini beberapa waktu lalu menggambarkan bahwa sosok wanita mampu memberikan sumbangan paling penting dalam membangun bangsa dan negara.

Untuk Indonesia Kartini sudah bukan nama yang tidak asing di semua wanita di seluruh Indonesia, namun bagi masyarakat Adat di Tanah Buton , ada sosok wanita yang bernama Wakaka, yang pernah memimpin negeri Buton sebagai negara besar dan maju di masanya, slogan Wakaka yang bermakna di Wabula, terkenal dengan falsafah Ketika hendak menjadi Raja Saat itu.

Ia menghadapi 4 orang laki-laki yang memiliki kekuatan luar biasa, namun saat sosok wanita lembut itu bertanya kepada 4 laki – laki tersebut, ke 4 laki-laki itu pun menyerahkan kekuasaan menjadi Raja kepada Wakaka.

Wakaka hanya Bertanya Jika Saya Raja, siapa rakyat ku ? dan jika saya Rakyat siapa raja ku,? Jawaban dari sang Wanita lembut itu, sesungguhnya Raja dan rakyat adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, karena raja adalah budak rakyat, sedangkan rakyat adalah raja yang harus dilayani oleh setiap pemimpin.

Selain itu, ada lagi sosok Kartini dimasa pertengahan kekuasaan di kesultanan Buton, Dalam sosok membuat benteng keraton Buton, ada wanita yang menyumbang hartanya kepada rakyat, yaitu Waode Wau, dirinya sangat berjasa dalam terbentuknya sisi masa kejayaan kesultanan Buton saat itu.

Yang selalu siap membantu rakyat ketika dibutuhkan, namun di masa sekarang ini, ada sosok Wanita hebat bernama Hanisa, dirinya selalu menjadi bagian dari tokoh wanita untuk Kota Baubau.
Pernah menjadi generasi Pejuang hak – hak wanita demi mendapatkan Kebaikkan dalam hidup.

Belum lama ini, sejak setahun lalu, dia mendedikasikan kepada masyarakat dalam membantu menyelesaikan seorang wanita muda, yang dihamili oleh pacarnya sendiri. Hal ini membuat dirinya mengerti bagaimana membantu dan menyadarkan seorang wanita muda yang mabuk karena cinta, sehingga mengorbankan martabatnya menjatuhkan kehormatan orang tuanya.

Sang wanita muda ini, pun pernah dikucilkan oleh masyarakat lingkungannya, tempat dia tinggal karena hamil diluar nikah, bahkan orang tua wanita muda ini pun tidak bisa mengatasi masalah tersebut.

Namun berkat bantuan dan bimbingan yang penuh ketulusan dari sang Kartini Era Digital Hanisa, membuat Wanita muda ini, sadar untuk mau menikah, dan sang pacar yang masih usia sekolah pun siap bertanggung jawab akibat buah cintanya.

Hanisa juga menjadi salah satu Ketua Koordinator Wilayah Betoambari untuk Gerakan Kota Baubau sehat. Ia pun menjadi sosok teladan bagi generasi muda Muhammadiyah khusus untuk para Immawati dalam organisasi Mahasiswa di Lingkungan Kampus Universitas Muhammadiyah Buton.
Hanisa pun sering kali memberikan contoh bagaimana ibu – ibu tugal untuk menghadapi masa kesulitan baik dalam menjalankan kehidupan anak-anaknya.

Semoga dengan sosok wanita seperti ini, yang bisa menghadirkan Hanisa – Hanisa Baru yang siap membangun bangsa dan negara demi kepentingan masyarakat baik dalam bidang pendidikan mau pun bidang sosial kemasyarakatan demi kepentingan kemanusiaan.

Kartini, Wakaka, Waode Wau, dan Hanisa hanya sebagian kecil dari sosok wanita luar biasa, selamat Hari Kartini Semoga kita semua selalu menjaga harkat dan martabat manusia khusus kaum wanita.

Liputan Khusus : Hariyadi.

Hanisa, Tokoh Muhammadiyah Kota Baubau


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed