oleh

Nelayan Dijerat Hukuman Mati Akibat Tangkap Ikan

-HUKRIM-95 Dilihat

Spionnews.com | Baubau, mencari ikan dengan cara mengebom ikan sudah sering dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, belum lama ini, Polres Baubau Amankan seorang pelaku menguasai Handak, tanpa dokumen pada Senin, 9/5/2022.

Berdasarkan keterangan Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo mengatakan “pelaku ditangkap pada waktu Pukul ,18.00 wita, diseputaran Perairan Wadeabero, oleh petugas Sat Polairud, Polres Baubau, Senin,( 9/5) Pelaku An. BS(47) Warga Potoa, Buton Tengah” ungkapnya. Jum’at, 13/5/2022. Di Aula Kemitraan Polres Baubau.

Tambahnya, kronologis kejadian, waktu Senin, siang Tim Sat Polairud Polres Baubau yang terdiri dari 3 orang, di Pimpin Kasat Polairud Iptu Risman, dengan mengunakan 1 perahu katinting.
“Berdasarkan laporan masyarakat, timnya melakukan penyelidikan terhadap pelaku Handak di perairan teluk Kolowa” imbuhnya.

Pihaknya melakukan pemantauan terhadap pelaku, kemudian timnya melihat ada perahu nelayan yang sedang berkumpul di Satu titik.

“Yang di duga melakukan tindakan pidana penyalahgunaan Handak, namun karena kondisi cuaca yang tidak bagus, beberapa nelayan yang di titik tersebut membubarkan diri” terangnya. Pada pihak media.

Pada pukul 18.00 tim kemudian membuntuti salah satu nelayan, yang di curigai, membawa handak. Ketika pelaku sampai di tujuan perairan Potoa, Desa Wadiabero.
“Tim kemudian mendekati perahu, dan melakukan pemeriksaan, ditemukan ada bahan peledak yang disimpan dalam box warna hijau” jelasnya.

Dari keterangan pelaku, bahwa bahan peledak ( Handak) dibawah pelaku untuk mengebom ikan dan akan di jual.

Akibat kejahatan tersebut, pelaku dikenakan pasal 1 ayat (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951/DRT/1951/LN No. 78 tahun 1951, tentang bahan peledak dengan ancaman pidana, hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau tahanan penjara paling lama 20 tahun.

Pihak polres Baubau menghimbau kepada masyarakat agar tidak menyimpan dan mengunakan bahan peledak untuk menangkap ikan, selain berbahaya bagi diri sendiri, akan merusak ekosistem laut.

Liputan/ editor : Hariyadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed